Download Wallpaper Gratis

Thursday, September 2, 2010

Pidato Presiden Soekarno Ganyang Malaysia

Mendengar berita akhir-akhir ini tentang hubungan Indonesia dan malaysia membuat saya teringat akan pidato yang dulu pernah dikumandangkan Presiden Soekarno tentang Ganyang Malaysia. sebelum membaca pidatonya baca dulu berita yang beredar saat ini.
Seperti diketahui, reaksi keras muncul dari banyak elemen rakyat Indonesia terhadap aksi penangkapan tiga petugas DKP Indonesia oleh Kepolisian Perairan Malaysia pada 13 Agustus 2010. Rakyat geram sebab 3 petugas DKP tersebut dinilai tidak bersalah.


Kepolisian Malaysia dinilai telah melecehkan Negara Indonesia karena aparat DKP tersebut ditangkap saat bertugas menangkap 7 nelayan Malaysia yang mengeruk ikan dialam wilayah kedaulatan Indonesia di sekitar perairan Berakit, provinsi Kepulauan Riau.
Langkah diplomasi kemudian dilakukan pemerintah Indonesia, dan terjadilah pertukaran. Para petugas DKP itu dibebaskan Malaysia saat Indonesia juga membebaskan tujuh nelayan Malaysia tersebut. Pertukaran yang tidak seimbang ini dianggap sejumlah elemen rakyat, termasuk anggota DPR, sebagai langkah lembek pemerintah Indonesia. Indonesia dinilai tunduk pada Malaysia yang sebenarnya dalam posisi pihak yang bersalah.

Malaysia berkali-kali melakukan hal-hal yang mengusik rasa kebangsaan Indonesia. Diantara yang kurang ajar, klaim Malaysia terhadap Batik, Reog Ponorogo, Angklung, dan lagu Rasa Sayange. Apa yang dilakukan Malaysia, jelas Pramono, telah menunjukkan sudah tidak sebagai negara serumpun.

Berikut isi pidato Presiden Soekarno Ganyang Malaysia, yang bersejarah itu:
Kalau kita lapar, itu biasa
Kalau kita malu, itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!
Kerahkan pasukan ke Kalimantan, hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysia keparat itu
Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.
Serukan, serukan ke seluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini. Kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.
Yoo... ayoo... kita... Ganyang...
Ganyang... Malaysia
Ganyang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita baja
Peluru kita banyak
Nyawa kita banyak
Bila perlu satu (lawan) satu!

Saat membaca pidato diatas saya menjadi terpikir sejenak, kapan yah kita punya presiden yang seperti itu lagi. Presiden yang dengan tegas menyatakan keberaniannya menyatakan perang atas penghinaan harkat dan martabat Kita sebagai negara yang berDaulat. Bukan menjaga image pribadi sebagai seorang yang berwibawa dan membiarkan Negara lain meremehkan begitu saja.

Masih ingatkah kapan Presiden Kita pertama itu mengumandangkan pidatonya? yaitu pada tanggal 12 April 1963 dalam keadaan negara juga tidak stabil. Bung Karno berani bersikap tegas.

Bayangkan saja dalam keadaan negara yang tidak stabil beliau berani berpidato seperti itu. bagaimana kalau keadaan negara sudah stabil seperti saat ini. Mungkin yang terjadi bisa lebih besar lagi.

Tapi itu dulu. lain dulu lain sekarang. yang terpenting adalah bagaimana kita pribadi menjadi tegas berdiri dan kokoh diatas pendirian kita. jangan terombang ambing oleh hal yang menyesatkan.

Salam buat Orang Indonesia semuanya mari kita lanjutkan ibadah puasa kita hingga hari kemenangan tiba. sambil nyantap ketupat lebaran. Bila anda menyukai artikel Pidato Presiden Soekarno Ganyang Malaysia, silakan berbagi di facebook. Atau klik tombol like dibawah ini. Terima kasih

2 komentar:

  1. semangat terus berkobar mas
    ReplyDelete
  2. terima kasih komentarnya mas/mbak salam kenal aja dengan studiokita.net
    ReplyDelete

 
Loading